Jumat, 24 Oktober 2014

M. Taufiq Tetap Fokus Bermain Untuk PERSIB 1933




Taufiq menjadi salah satu sosok vital bagi lini tengah PERSIB dalam beberapa laga terakhir. Penampilannya terus meningkat dengan jatah bermain yang lebih banyak dan acap kali menjadi pilihan utama.
Taufiq mengatakan, apa yang ia lakukan di lapangan adalah untuk menggapai ambisinya membawa PERSIB juara. Tidak hanya itu, pemain bernomor punggung delapan ini mengaku ingin membalas kepercayaan pelatih Djadjang Nurdjaman karena pelatih sudah memberi kesempatan tampil.
"Ingin memberikan yang terbaik buat tim apalagi kita bermain di tim besar. Aku ingin sekali memberikan prestasi buat PERSIB. Selain itu, aku juga tidak ingin mengecewakan kepercayaan dari pelatih," kata Taufiq.
Taufiq juga mengaku hal yang ditanamkan dalam dirinya adalah sikap profesionalisme, di mana ketika merumput harus selalu tampil maksimal dan memberikan semua yang terbaik bagi tim yang dibelanya.
"Pemain profesional harus berikan yang terbaik buat tim apalagi harapan juara PERSIB sudah sangat dirindukan oleh banyak orang. Aku ingin bantu mereka, berjuang bersama teman-teman lainnya untuk memberikan gelar juara tersebut," ucapnya.
Namun, bukan berarti penampilannya tidak pernah dikoreksi. Sebelum dan seusai berlaga, pemain asal Tarakan ini mengaku selalu mengintrospeksi diri dan berbagai dengan teman-teman lainnya tentang penampilan saat di lapangan.
"Kita selalu komunikasi sebelum atau sesudah pertandingan dengan pemain lainnya. Misalnya, apa dan bagaimana kita tadi main. Selain koreksi dari pelatih, kita juga merenungkan bagaimana kita main tadi," bebernya.

Pertandingan PERSIB 1933 VS Mitra Kukar Dapat di saksikan Para Bobotoh

Panpel PERSIB lolos dari sanksi tanpa penonton saat menggelar pertandingan PERSIB menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, pada Minggu (26/10).  Hal itu diungkapkan oleh General Coordinator Panpel PERSIB, Budhi Bram Rahman, malam tadi.
Bram sendiri turut memenuhi sidang yang digelar Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Pusat yang berkantor di Senayan, Jakarta. Ia mengatakan, pihak Komdis memberikan syarat kepada PERSIB untuk memerangi flare dan tindakan tidak terpuji lainnya termasuk rasis sebagai syarat lolos dari sanksi tersebut.
"Salah satu syaratnya adalah kita harus memerangi flare dan rasisme baik nyanyian atau menggunakan kaos atau atribut yang bertuliskan atau menggambarkan obyek yang identik rasis," kata Bram.
Bram menambahkan, meskipun PERSIB lolos dari sanksi materi, pihaknya pun wajib memastikan pertandingan pada 26 Oktober nanti berjalan sempurna. Sebab, ancamannya adalah pengurangan tiga poin bagi PERSIB.
"Jika pertandingan nanti masih ada flare, PERSIB akan dapat hukuman berat. Jadi, flare tidak boleh dinyalakan baik sebelum, saat ataupun seusai pertandingan. Kita berharap kerjasa manya dari semua," ucapnya.
No Flare And No Rasis!

Minggu, 13 Oktober 2013

Suwita Nilai Tak Ada Kendala Soal Usia Tantan

Meski usia striker Tantan memasuki 31 tahun, mantan pemain PERSIB di era 2000an, Suwita Pathamenilai hal itu bukan masalah besar. Suwita mengaku keraguan beberapa orang akan kemampuan pemain asal Lembang tersebut mengingat faktor usia tidaklah begitu berpengaruh.

Menurut mantan kapten tim PERSIB ini, kualitas Tantan masih layak diperhitungkan walau pun umurnya telah masuk kepala tiga. Selain itu, Suwita mengulas soal kemampuan Tantan dalam mengolah si kulit bundar di lapangan bisa dikatakan semakin matang.

"Tantan kalau lihat umur 31 masih bisa menunjukkan performanya, Ia kemampuannya stabil sejak diPersitara (Jakarta Utara) dan grafiknya naik terus sampai sekarang," ujar Suwita.

Suwita menambahkan, usia 31 tahun bukan halangan, asalkan Tantan dapat menunjukan kualitas terbaiknya. "Jadi tidak ada kendala kalu masalah umur," katanya.

Tantan sendiri saat ini telah memiliki kesepakatan dengan pelatih kepala PERSIBDjadjang Nurdjaman, untuk memperkuat skuat Maung Bandung di Indonesia Super League (ISL) 2013-2014. Ia pernah memperkuat Persitara dan musim lalu membela Sriwijaya FC. ***

Kamis, 10 Oktober 2013

Tony, Pemain yang Terus Mengalami Peningkatan

Tony Sucipto sudah dua musim membela PERSIB. Pemain asal Surabaya ini, selama dua musim tersebut mengalami peningkatan dari segi permainan.

Peningkatan permainan Tony tersebut terlihat dari jumlah pertandingan yang dilakoninya. Pada musim ini Tony sering mendapat kepercayaan dari pelatih kepala PERSIBDjadjang Nurdjaman untuk menjaga lini belakang tim Maung Bandung.

Pada musim pertama berkostum PERSIB di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012Tonybermain sebanyak 32 kali dengan mengumpulkan 2.816 menit.

Sedangkan pada musim ISL 2012-2013, pemain yang pernah berkostum Persija Jakarta ini bermain sebanyak 34 kali dengan jumlah 2.900 menit. Selain itu, dalam segi produktivitas gol, walau seorang pemain belakang, Tony juga menyumbangkan 2 gol bagi tim PERSIB. ***

Rafi Berpesan Agar Sergio Jalani Pemulihan Cedera

Kondisi bomber PERSIB Sergio van Dijk masih belum pulih dari cedera paha kanan yang membuat pemain naturalisasi asal Belanda tak bisa memperkuat Timnas Indonesia menjamu Myanmar di Surabaya, Senin (15/10) nanti.

Sergio mengalami cedera saat bermain di turnamen Menpora Cup belum lama ini. Menurut dokter tim PERSIB, Rafi Ghani, cedera paha kanan yang dialami Sergio jika dipaksakan terlalu beresiko.

"Rasa nyerinya ada di bagian pangkal paha kanan. Sebenarnya sudah sedikit membaik, tapi ternyata saat di lapangan terasa lagi. Soalnya kondisinya masih penyembuhan jadi belum benar-benar sehat," kata Rafi, Rabu (09/10).

Rafi menambahkan, Sergio juga sempat mengikuti latihan Timnas untuk melawan Timnas Timor Leste beberapa waktu yang lalu tapi. Namun, laga tersebut urung digelar.

Mengingat kondisi SvD yang tak stabil, Rafi menyarankan agar kembali ke Bandung untuk menjalani pemulihan.

"Saya terus koordinasi sama dokter Timnas. Saya juga sudah titip agar latihannya bertahap. Hasil USG dan MRI ada penebalan jaringan otot. Jadi, daripada beresiko lebih baik dipulangkan saja," ujarnya. ***

Selasa, 08 Oktober 2013

Soal Masa Depan, Naser Tunggu Keputusan Manajemen

Pemain asal Suriah Naser Al Sebai hingga saat ini mengaku belum mengetahui nasibnya di PERSIB. Pemain yang kerap beroperasi di lini belakang ini pasrah pada keputusan jajaran pelatih dan manajemen.

Keinginan tetap berada bersama PERSIB masih sangat besar dirasakannya. Bahkan, jika terpaksa tidak direkrut pun ia mengaku akan tetap mendukung di luar lapang menjadi seorang Bobotoh.

Ia mengakui pada musim lalu, dirinya kurang memberikan kontribusi yang maksimal bagi tim asuhan Djadjang Nurdjaman. Beberapa masalah seperti Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang memakan waktu cukup lama membuatnya absen dalam beberapa laga.

"Saya intropeksi diri musim kemarin yang bermain kurang maksimal. Tapi saya ingin tetap berada di PERSIB," ungkap Naser di mes PERSIB,  Senin (7/10).

Ayah dua anak ini menjelaskan, adanya aturan main yang dikeluarkan oleh PSSI menjadikan dirinya belum dapat mengambil sikap. Ia mengaku masih menunggu kepastian regulasi itu.

"Saya masih menunggu tentang peraturan jumlah pemain asing oleh federasi Indonesia. Tapi kalau tidak di PERSIB saya mungkin tidak akan bermain di liga Indonesia. Saya sudah sangat nyaman di Bandung apalagi bersama PERSIB," katanya. ***

Perwakilan DC United Tinjau Stadion Siliwangi

Perwakilan DC United melakukan peninjauan Stadion Siliwangi, Selasa (08/10). Peninjauan itu dilakukan sebagai persiapan kedatangan timnya ke Indonesia untuk melakoni laga persahabatan dengan PERSIB akhir tahun ini.

Dalam kunjungannya, perwakilan DC United yang didampingi Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB)Risha Adi Widjaya, terlihat mengecek ketinggian rumput lapangan, ruang ganti pemain serta tribun penonton.

Tim Amerika Serikat yang berencana melakukan pertandingan ini, tidak lepas dari peran Erick Thohirsebagai petinggi dari kedua klub. Thohir merupakan Wakil Komisaris Utama PT PBB.
Selain Stadion Siliwangi, DC United pun akan meninjau Lapang Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. ***

 

Blogger news

Blogroll

About