Penyelidikan kasus dugaan rasisme yang menimpa pemain PERSIB, Mbida Messi resmi ditutup. Komdis PSSI tidak menemukan bukti kuat untuk menyidangkan tindakan pelecehan sara yang terjadi saat PERSIB bertemu Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, 28 Agustus lalu.
Pelatih Kepala PERSIB, Djadjang Nurdjaman mengatakan, pihaknya kesulitan membawa bukti tindakan tidak terpuji itu kepada Komdis. Pertemuan yang berlangsung, Rabu (02/10) di Jakarta ini pun akhirnya menutup kasus tersebut.
"Ketua Komdis, Hinca Pandjaitan menanyakan kejadian di Maguwoharjo. Kami menjelaskan kejadian saat itu. Sulit buat kami membawa bukti. Itu kelemahan kami. Jadi karena tidak cukup bukti, kasus ini dianggap selesai," kata Djadjang.
Secara pribadi baik Djadjang maupun Messi menerima keputusan tersebut. Harapan kedepannya hal itu tidak terjadi kembali bukan hanya kepada timnya namun kepada semua di dunia olahraga.
"Kami bisa menerima ditutupnya kasus tersebut. Saya berharap tidak terjadi lagi ke depannya," harapnya.
Djadjang menjelaskan, pertemuan dengan Komdis hanya untuk mengklarifikasi. "Jadi saya hanya klarifikasi. Saya maupun Messi menegaskan bahwa pernyataan itu bukan bohong," jelasnya. ***
Home » Unlabelled » Kasus Rasisme Messi Ditutup, Djadjang Berharap Tak Terulang Lagi
Kamis, 03 Oktober 2013
Kasus Rasisme Messi Ditutup, Djadjang Berharap Tak Terulang Lagi
Lihat juga Artikel dari
Ditulis Oleh : Sulistiono // 23.52
Kategori:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar